alor
Kalabahi ON-Universitas Tribuana Kalabahi bakal berkembang pesat. Tetapi pengembangan universitas  kebanggaan warga Nusa Kenari ini bertahap. Karenanya kampus ini harus dijaga agar tetap menjadi kampus kebanggaan masyarakat Kabupaten Alor.
Demikian dikemukakan Dekan Fakultas Hukum Universitas Tribuana Kalabahi dihadapan tim asesor dari BAN PT yang dipimpin, Prof. Marzuki Trihatmojo.
Melkzon Beri bersama jajarannya di Fakultas Hukum UNTRIB nampak optimis bakal meraih nilai terbaik dari proses akreditasi ini.
Menurut Beri, kalau tujuh standar yang ditetapkan itu mengarah kepada hal yang baik tentu saya yakin Untrib akan berkembang. Tapi tentu perkembangannya bertahap. Tidak seperti membalik telapak tangan.
Dia mengaku, lembaga pendidikan yang sudah lama pun perkembangannya mengalami fluktuasi atau naik-turun.  Makanya Untrib yang baru ini daya tahannya harus betul-betul dijaga agar tidak patah ditengah jalan. Harus terus dijaga dan diusahakan karena kampus ini  sudah merupakan kebanggaan masyarakat Alor.
Prof. Marzuki Trihatmojo selaku  juru bicara tim assessor menegaskan,  ada tujuh standar penilaian yang harus dilalui Untrib khususnya, Fakultas Hukum. Jika memenuhi maka poin yang bisa diterima adalah 154 poin dari tujuh standar penilaian.
“Yang akan kita kerjakan adalah tujuh standar. Poinnya adalah yang program study itu ada 100 poin. Untuk mengelolah satu prodi itu harus dilihat 100 poin. Kemudian untuk borang institusi yakni borang fakultas itu sama 7 standar tapi isiannya hanya 44 poin yang dilihat. Kemudian ada evaluasi diri yaitu bagaimana suatu isntitusi pendidikan atau prodi tahu diri,” ucap Prof. Marzuki sembari menambahkan, dimana prodi mengatahui kondisi dan situasinya itu dituangkan untuk dilihat kelebihan dan kekurangannya, termasuk  peluang dan ancamannya. Semua itu diminta untuk  menilai diri sendiri. Nah itu sekitar 10 poin yang dilihat. Sehingga totalnya ada sekitar 154 poin yang harus kita lihat.
Dijelaskan Marzuki, standar pertama adalah mengenai visi, misi, tujuan dan sasaran. Visi dan misi ini sudah semestinya menjadi mimpi universitas atau prodi. Kemudian bagaimana misinya. Satu kelebihan untuk Untrib Kalabahi karena punya latar belakang yang kuat karena merupakan komunitas kristiani. “Nah ini merupakan suatu modal yang besar. Banyak universitas yang tidak punya. Sehingga visinya harus dirumuskan, diemban, disosialisasikan dan dijalankan dengan baik. Jangan cuma kata-kata indah yang ditempel di dinding. Tanpa adanya visi, misi, tujuan dan sasaran arahnya akan tidak tepat,” ucapnya.
Demikian halnya dengan satandar kedua tentang tata pamong. Tata pamong menurut Marzuki juga sangat penting karena mendasari prinsip-prinsip pengelolaan institusi pendidikan ini dengan baik. Tanpa tata pamong yang baik mustahil ini bisa berjalan dengan baik. Dan itu banyak sekali ilmu untuk tata pamong yang baik. Bahkan untuk PT itu spesifik tidak secara umum sama dengan managemen yang lain walaupun prinsip umumnya sama. Tetapi  ada yang namanya good unevercity government yang harus dihayati dan dipelajari bersama-sama bagaimana tata kelola yang baik.
Selanjutnya terang  Marzuki, standar ketiga adalah tentang sumber daya manusia, tentang mahasiswa. Maka mahasiswa ini harus betul-betul diperhatikan. Kegiatan mahasiswa juga harus didukung agar bagaimana mereka bisa berkreasi. Karena pembelajaran itu tidak hanya didalam kelas tapi bisa juga diluar kelas sehingga kegiatan mahasiswa itu merupakan proses pembelajaran. “Kemudian standar empat yakni harus ada pedoman tertulis tentang pengembangan karir dan seterusnya. Itu semua harus dibuat,” tegas Marzuki.
Sementara standar kelima adalah tentang kurikulum. Kurikulum ini jelas merupakan roh Perguruan Tinggi. Universitas diminta agar jangan main-main dengan kurikulum. ia mencontohkan kalau menanam padi misalnya jika gagal itu cuma semusim. Tapi kalau kurikulum jika tidak dibuat dengan baik, gagal maka satu generasi akan gagal. “Bayangkan kalau sampai satu atau dua generasi itu gagal. Jadi kurikulum itu jangan main-main. Dibuat berdasarkan prinsip-prinsip pembuatan kurikulum yang baik,” terangnya.
Terkait standar keenam, menurut Marzuki adalah tentang sarana dan prasarana. Jelas ini harus juga mendukung kegiatan proses pembelajaran. Ini tugas yayasan tentu harus investasi sangat diperlukan. Tinggal nanti prioritas yang mana itu yang diutamakan. Dan standar ketujuh yang juga penting diperhatikan adalah tentang penelitian, pengabdian kepada masyarakat, kerja sama dan sistem informasi.

Sumber : http://ombaynews.blogspot.com

"Anda Dapat Mengirimkan Berita, Artikel atau Opini Anda Melalui Pesan di Halaman Facebook Kalabahi News atau Dikirim Via Email ke Alamat jefrynawa@gmail.com. Semoga Hari Anda Menyenangkan."