upacara-kemerdekaan

Kalabahi: Upacara nasional peringatan Hari Kemerdekaan RI ke-68 nanti akan dipusatkan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).  Dalam jadwal, tak kurang 16 menteri akan hadir. Alor kini menjadi kabupaten primadona.
Mengapa upacara nasional ini dipusatkan di Alor? “Saya tidak tahu. Ini kebijakan pemerintah pusat pimpinan Bapak Presiden Sudilo Bambang Yudhoyono. Tapi, pemerintah pusat berniat mengembangkan potensi pariwisata Alor,” jawab Kepala bagian Umum, Pemkab Alor, S. Johny Binsar khusus kepada wartawan Irnews di Kalabahi, Alor, Senin (24/06).
Dijelaskan Johny, tamu istimewa 16 menteri itu datang ke Alor, bukan hanya sekadar mengikuti upacara nasional HUT RI, lebih dari itu, mereka bersama para pejabat Pemkab Alor akan membahas pembangunan Alor ke depan. “Rapat antara para menteri bersama Bupati Alor, Simmeon Thobias Pally bersama staf, dilaksanakan 16 Agustus 2013,” jelasnya.
Apa saja topik pembahasan? “Pastinya tentang berbagai program pembangunan Alor ke depan. Tapi, detilnya ada di masing-masing kepala dinas,” jawab Johny.
Lokasi upacara, semula direncanakan di Desa Maritaeng, Kecamatan Maritaeng, Alor Timur. Sebab, desa itu berbatasan langsung dengan negara tetangga, Timor Leste. Di desa itu pula berdiri patung raksasa Jenderal Sudirman yang diresmikan Panglima TNI beberapa waktu lalu.
Patung tersebut menghadap ke arah laut yang menjadi pembatas antara RI-Timor Leste. “Menyeberang dengan fery cukup 15 menit sudah sampai Timor Leste,” kata Johny.
Namun, penentuan lokasi upacara tampaknya bakal berubah. Sebab, panitia mengkhawatirkan para menteri yang hadir bakal kelelahan. Setelah seharian mereka rapat, malamnya mengunjungi makam pahlawan, bakal sangat melelahkan jika 17 Agustus pagi mereka upacara disana. “Apalagi, jarak antara Kalabahi dengan Matitaeng cukup jauh,” katanya.
Namun, upacara tetap berlangsung di Alor. “Kami warga Alor bangga bahwa wilayah kami dijadikan lokasi upacara nasional HUT RI,” pungkasnya.

Sumber: indonesiarayanews.com