Alor-Kalabahi

Kalabahi - Setelah terbuai oleh keindahan kerajaan bawah laut Pulau Alor, travelers pun bisa menemukan betapa penduduk asli pulau ini sangat ramah dan memiliki kebudayaan tinggi. Budaya adat yang dipegang teguh oleh seluruh masyarakat membuat mereka terlihat seolah tak tersentuh waktu. Pun salah satu peninggalannya yang unik dan mencengangkan. Inilah moko.
Alor tidak lebih besar dibandingkan Flores, namun peninggalan sejarah yang luar biasa, yaitu moko, ditemukan dalam jumlah yang amat banyak. Namun, yang menjadi misteri adalah keberadaan moko di Alor yang tidak dibuat masyarakat Alor karena budaya moko sejatinya berasal dari kebudayaan perunggu Dongson di Vietnam Utara.
Di beberapa suku tradisional di Pulau Alor, moko digunakan sebagai gendang untuk mengiringi tarian adat. Selain sebagai alat musik tradisional, moko juga berfungsi sebagai alat tukar ekonomi masyarakat Alor. Karena nilainya sangat tinggi, kepemilikan terhadap jumlah dan jenis moko tertentu dapat menunjukkan status sosial seseorang.
Saat ini, penduduk Pulau Alor menggunakan moko sebagai peralatan belis atau mas kawin serta simbol status sosial. Seorang laki-laki yang ingin menikah, dapat memberikan moko sebagai mas kawin kepada calon istrinya. Moko pun dipercaya dapat mengikat pernikahan.
Travelers bisa menemukan berbagai koleksi moko yang tersimpan dalam museum 1.000 moko di Kota Kalabahi. Selain moko, benda sejarah peninggalan umat Islam pun ditemukan di Pulau Alor, yaitu Al-Quran yang berusia 800 tahun.
Penemuan tersebut cukup mengejutkan karena Al-Quran ini bukan hanya yang tertua di Indonesia melainkan juga di Asia Tenggara. Al-Quran ini terbuat dari bahan kulit kayu dan pewarna alam. Meski usianya lebih dari dari 800 tahun, Al-Quran ini masih utuh kelengkapan ayat dan suratnya.
Di Pulau Alor sendiri, Islam bukanlah agama mayoritas, tetapi keberadaan Al-Quran tua ini sangatlah berarti bagi masyarakatnya. Hal tersebut sangat penting karena menunjukkan keharmonisan hidup beragama oleh masyarakat Alor yang terkenal ramah ini.
Anda penasaran dengan Al-Quran ini, silahkan datang ke Desa Alor Besar yang disimpan oleh Nurdin Gogo, seorang dari generasi ke-15 keturunan Iang Gogo, penyebar Islam dari Ternate. Nah, bila travelers berkunjung ke Alor, jangan lupa juga untuk mengenali budaya masyarakatnya serta benda-benda sejarah peninggalan masyarakatnya ya.

Sumber: content.rajakamar.com