Kandidat Bupati Alor Dilaporkan ke Polisi

Kalabahi - Kandidat Bupati Alor dari Paket Amin, Amon Djobo dilaporkan ke Polres Alor karena diduga terlibat dalam kasus kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di kampung Kobra, Desa Tanglapui Timur, Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, Minggu (9/6/2013) silam.
Kasus ini tengah diselidiki penyidik Lantas Polres Alor setelah dilaporkan korban, Kornelis Fakameng (23), Sabtu (6/7/2013) lalu.
Kakak sepupu korban, Markus Lanmai di Kalabahi, Jumat (12/7/2013) mengatakan, keluarga korban terpaksa melaporkan Amon Djobo ke Polres Alor, karena terlibat dalam kasus Lakalantas. Menurut Lanmai, saat kejadian korban berada dalam mobil jenis Rocky tersebut.
Dia mengatakan, usai kecelakaan korban langsung dirawat di Puskesmas Lantoka untuk melakukan perawatan medis.
Menurut Lanmai, korban dan istrinya mengalami luka - luka. Saat berada di Puskesmas Lantoka, katanya, Amon Djobo sempat berjanji akan menanggung biaya perawatan dan biaya ganti rugi kendaraan roda dua yang dikendarai korban.
"Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Lantoka, karena tidak sadar diri. Kalau istrinya jahit enam kali di betis kiri. Suami jari tangan luka dan dada terpukul di setir," katanya.
Ditanya mengapa kasusnya sudah satu bulan baru melapor ke polisi, Lanmai mengatakan usai perawatan di Puskesmas Lantoka Amon Djobo sempat berjanji akan menanggung biaya perawatan dan ganti rugi, namun yang bersangkutan tidak menyanggupi janjinya itu.
"Setelah perawatan selesai, Amon Djobo ada di depan mereka dengan kalimat bahwa dia bilang, kamu punya biaya perawatan saya siap, terus motor mau beli baru ini haripun bisa," ujarnya menirukan perkataan Amon Djobo yang disampaikan korban kepadanya.
Selain itu, kerusakan sepeda motor korban, Amon Djobo juga berjanji akan menggantikan biaya service di bengkel, namun setelah menghubungi yang bersangkutan via telepon, terdengar nada sibuk. Ia mengaku, keluarga korban terpaksa melapor ke polisi karena merasa tidak dipedulikan oleh Amon Djobo.
Kasat Lantas Polres Alor, AKP. Melkisedek Bagailan yang dikonfirmasi di Mapolres Alor, Jumat (12/7/2013) mengatakan, pihaknya telah menetapkan sopir mobil jenis Rocky dengan nomor polisi N 1318 GS, Simson Kawangko sebagai tersangka.
Bagailan mengatakan, usai menerima laporan, pihaknya langsung melakukan olah TKP dan meminta visum di Puskesmas Lantoka. Selain itu, pihaknya juga telah menyita barang bukti kendaraan roda empat dimaksud, termasuk sepeda motor milik korban yang tidak dilengkapi surat-surat lengkap.
Dia mengatakan, pihaknya juga telah memeriksa saksi yang berada di dalam mobil itu yaitu Eksas Rubianto Gerimu dan Amon Djobo.
Ditanya bahwa korban melaporkan Amon Djobo ke polisi dalam kasus lakalantas, Bagailan mengatakan bahwa dalam kasus ini sang sopir menjadi tersangka, karena ia mengemudikan mobil saat terjadi lakalantas.
"Saya juga tidak bisa bilang rill (sesungguhnya) seperti berdasarkan hasil pemeriksaan dari penyidik pembantu," ujarnya.
Ia menambahkan, minggu depan pihaknya sudah melimpahkan berkas ke Jaksa Penuntut Umum untuk proses persidangan di pengadilan.
Dalam kasus itu, katanya, tersangka terancam penjara maksimal satu tahun sesuai pasal 310 UU nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan. "Minggu depan kita limpahkan berkas ke JPU," tambah Bagilan.

Sumber: beritanda.com